Penyakit Rabies

rabies2

Beberapa waktu yang lalu gw berkunjung ke tempat salah seorang teman gw yang kerabatnya terkena rabies. Kondisinya sangat memprihatinkan, orangnya sama sekali nggak bisa diam dan seluruh tubuhnya basah oleh air liurnya sendiri. Kasian sekali, kata teman gw itu dia digigit oleh anjing peliharaannya sendiri. Sang anjing sendiri sudah mati beberapa minggu setelah itu.  Oleh sebab itu gw coba cari artikelnya dan dapet nih,.. semoga bisa membantu kita semua dalam menangani rabies.

Penyakit Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan yang menular yang disebakan oleh virus dan dapat menyerang hewan berdarah panas dan manusia.

Pada hewan yang menderita Rabies, virus ditemukan dengan jumlah banyak pada air liurnya. Virus ini akan ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan . Oleh karena itu bangsa Karnivora (anjing,kucing, serigala) adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar Rabies.

Penyakit Rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selalu berakhir dengan kematian.

Mengingat akan bahaya dan keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif. Untuk itu pemerintah menetapkan agar Indonesia bebas Rabies pada tahun 2005.

Hewan yang rentan dengan Rabies

Semua hewan berdarah panas rentan dengan Rabies. Penyakit Rabies secara alami terdapat pada bangsa anjing, kucing, kelelawar, dan karnivora liar.

Masa Inkubasi

Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit . Masa inkubasi penyakit Rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10 hari- 14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun.

Tahapan Penyakit Rabies

Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase (tahap).

1. Fase Prodormal : Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri , tetapi dapat menjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari . Setelah fase Prodormal dilanjutkan fase Eksitasi atau bias langsung ke fase Paralisa.

2. Fase Eksitasi : Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran , selanjutnya masuk ke fase Paralisa.

3. Fase Paralisa : Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian.

Tanda-Tanda Penyakit Rabies Pada Hewan Dan Manusia

Pada anjing dan kucing, penyakit Rabies dibedakan menjadi 2 bentuk , yaitu bentuk diam (Dumb Rabies) dan bentuk ganas (Furious Rabies).

Tanda tanda Rabies bentuk diam :

* Terjadi kelumpuhan pada seluruh bagian tubuh.

* Hewan tidak dapat mengunyah dan menelan makanan, rahang bawah tidak dapat dikatupkan dan air liur menetes berlebihan.

* Tidak ada keinginan menyerang atau mengigit. Hewan akan mati dalam beberapa jam.

Tanda  tanda Rabies bentuk ganas:

* Hewan menjadi agresif dan tidak lagi mengenal pemiliknya.

* Menyerang orang, hewan, dan benda-benda yang bergerak.

* Bila berdiri sikapnya kaku, ekor dilipat diantara kedua paha belakangnya .

* Anak anjing menjadi lebih lincah dan suka bermain , tetapi akan menggigit bila dipegang dan akan menjadi ganas dalam beberapa jam.

rabies1

Tanda-Tanda Rabies Pada Manusia :

* Rasa takut yang sangat pada air, dan peka terhadap cahaya, udara, dan suara.

* Airmata dan air liur keluar berlebihan .

* Pupil mata membesar.

* Bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan.

* Selanjutnya ditandai dengan kejang-kejang lalu lumpuh dan akhirnya meninggal dunia.

Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit

Anjing, kucing dan kera yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut :

* Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya , maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif Rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi Rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.

* Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan , setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi Rabies.

* Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.


Tindakan Terhadap Orang Yang Digigit (Korban)

1. Segera cuci luka gigitan dengan air bersih dan sabun atau detergen selama 5 s/d 10 menit kemudian bilas dengan air yang mengalir , lalu keringkan dengan kain bersih atau kertas tissue.

2. Luka kemudian diberi obat luka yang tersedia (misalnya obat merah) lalu dibalut longgar dengan pembalut yang bersih.

3. Penderita atau korban secepatnya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Tindakan Terhadap Anjing , Kucing, atau Kera Yang Dipelihara

1. Menempatkan hewan peliharaan dalam kandang yang baik dan sesuai dan senantiasa memperhatikan kebersihan kandang dan sekitarnya.

2. Menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memberikan makanan yang baik , pemeliharaan yang baik dan melaksanakan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan Praktek.

3. Memasang rantai pada leher anjing bila anjing tidak dikandangkan atau sedang diajak berjalan-jalan.

Himbuan Kepada Masyarakat

Bantulah Petugas Dinas Peternakan dalam menekan jumlah anjing/kucing liar atau yang tidak bertuan dilingkungan/tempat tinggal masing-masing.

Sumber artikel berasal dari :
Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Tangerang
Alamat : Jl. Daan Mogot No.53 Tangerang
Telepon : (021)552-1386 . Faks : (021)552-4866

4 Responses to Penyakit Rabies

  1. Chaindra says:

    Disarankan untuk pemilik hewan seperti kucing, anjing dan monyet sebaiknya divaksinasi rabies. Utk hewan berusia minimal 3 bulan. Dan diulang tiap tahun. Mintakan sertifikasi vaksinasi rabies kepada dinas peternakan atau dokter hewan. Maksudnya hewannya yg divaksinasi

  2. aatblog says:

    Ah,.. usul yang baik sekali bagi para pemelihara binatang. Terima kasih Chaindra.

  3. ihsan SEtiadi Putra says:

    Saya punya kucing anggora mix persia,saya ,mau tanya,kucing ini manja,tapi klo ada yg dia mau kita larang,kucing ini selalu mengejar dan ingin untuk menggit saya,contohnya keluar rumah…skrng baru aja saya digigit karena dia melihat ada kucing liar di dpn halaman rumah saya…dia berusaha ingin kabur,tapi saya tarik dia kedalam rumah,krn mungkin dia emosi,saya yg jadi korban gigitannya…saya mau tanyamapa ada kelainan pada kucing saya ini?tlng dibantu supaya behaviornya tidak ganas…makasih sebelumya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: