Bakso Mas Kumis : Ketika Mahal itu Pantas

Hari ini tumben banget tiba tiba temen gw ngajak makan siang tepat waktu. Usut punya usut, ternyata dia juga ditawari untuk mencoba mencicipi bakso yang konon-nya juara disekitar perkantoran Slipi. Karena penasaran (dan lapar juga sich), langsung saja gw tinggalin pekerjaan dan mulai meluncur ke TKP. Ternyata setelah sampai, bakso yang di maksud disini adalah Bakso Mas Kumis yang ada di Kompleks perkantoran Djarum, alamat tepatnya ada di : Jln. KS Tubun 2 komplex djarum Rt.07 Rw.02 No.5  Slipi Jakarta Barat.

Beruntung sekali, ketika sampai ‘masih’ tersedia tempat parkir. Karena setau rekan kerja gw yang lain, kalau pas jam makan siang biasanya susah sekali dapat tempat. Kesan pertama adalah tempatnya cukup luas dan bersih untuk ukuran warung bakso. Mungkin juga karena dindingnya dilapisi oleh keramik putih sehingga tetap terlihat bersih dan mudah dibersihkan. Dan lho ?… warung bakso ini juga menyediakan nasi putih loh. Sesuatu yang belakangan jarang ditemukan di tempat bakso kebanyakan.

Baru saja duduk, seorang pelayan datang dan menawari untuk memesan bakso. Karena ini adalah my first time, maka dari itu gw nyoba pesen Bakso + bihun + Tetelan (disini nggak ada mie kuning) plus,… nasi putih setengah porsi. ditambah Es teh botol. Dan tidak berapa lama, pesanan minum itupun datang disusul dengan pesanan utama kami beberapa saat kemudian.

Penyajian baksonya standard seperti kebanyakan pedagang bakso pada umumnya, Mangkok bakso Sasa-MiWon cap ayam jago,  bihun putih, tetelan dan empat butir bakso. Namun, aroma bakso yang keluar dari mangkok yang ‘biasa’ tersebut seakan tidak bisa ditipu, itulah aroma bakso kelas premium. Penasaran, sebelum diberi bumbu tambahan gw coba untuk mencicipi kuahnya,.. sluurrpp,.. hmm,… not bad,.. sangat baik sebagai suatu permulaan. Aroma kuahnya kaya akan bumbu yang menurut gw agak berani, tapi tetap dalam ketegori enak (ga sampe kebablasan).

Dari kuah, kemudian rasa penasaran berpindah ke tetelan-nya. Sungguh unik, tetelan disini bukan 100% jeroan dan kikil, tapi juga masih banyak terdapat dagingnya. Rasa daging ini, sedikit banyak membaur ke kuah dan membuat rasa sajian baksonya semakin mempesona. Rasa tetelan-nya pun enak, termasuk empuk.

Akhirnya tibalah saatnya untuk merasakan Bakso Mas Kumis itu sendiri. Hmmm…. rasa baksonya enak dan berkelas. Daging baksonya tidak hancur ketika digigit, namun tetap terasa lembut dan berserat. Hal ini pertanda daging yang digunakan untuk campuran bakso pastilah lebih dari 80%. Rasa Bakso seperti ini cuma bisa didapatkan pada gerai gerai bakso tertentu. Enak banget !. Ketika ditambahkan dengan racikan bumbu seperti saus sambal, kecap dan cuka,  rasa kuahnya tidak terlalu ter-upgrade. Jelas sudah, rasa kuah yang enak itu memang lebih banyak datang dari bumbu instant (bukan racikan bumbu asli), walaupun rasanya juga masih tetap diatas rata rata.

Sedikit banyak, campuran Bakso mas kumis plus nasi memberikan sebuah komposisi makanan dengan sensasi tersendiri. Mungkin karena disini kebanyakan daerah orang kantoran yang makan siang biasanya ‘nggak nendang’ kalau cuma makan bakso doank , makanya disini disediakan nasi supaya rasa kenyangnya tetap dapet.

Sambil makan siang, teman gw bercerita bahwa dulunya bakso ini tempatnya bukan ditempat yg sekarang. Dulu sih warungnya tidak begitu besar dan terletak lebih kedalam komplek perkantoran Djarum. Namun, karena ingin mengembangkan usaha, mas Kumis (pemilik warung bakso yang fotonya ada disebelah)  ingin melebarkan usahanya dan pindahlah ia ketempat yg sekarang ini. Walaupun pindah, namun Mas Kumis berhasil menjaga citra rasa baksonya sehingga pelanggam lama dan baru-pun tetap setia berdatangan. Sambil asik ngobrol, tanpa terasa, tiba tiba saja satu mangkok bakso sudah ludes masuk ke tempat penampungan para naga yang bersemayam di perut.

Oh iya, harga bakso disini seporsinya adalah Rp. 14.000,- (Empat belas ribu rupiah). Pesanan gw pribadi (Bakso + Nasi + Es Teh Botol + 2 Krupuk kulit) totalnya adalah Rp. 21.500,-. Termasuk mahal untuk ukuran seporsi bakso non-restoran. Tapi disini jelas berlaku pepatah “Harga tidak bisa bohong”, sehingga gw pribadi-pun tidak keberatan untuk membayar segitu.

Buat kamu yang mendambakan rasa bakso dengan kualitas diatas rata rata dan tidak keberatan untuk parkir agak jauh dari lokasi (karena tempat yg biasanya buat parkir disepanjang jalan biasanya penuh), bakso ini layak jadi bahan pertimbangan karena aatblog sendiri memberikan predikat sangat enak dengan skala skor 8 of 10 untuk bakso mas kumis., dan gw rasa bisalah disematkan sebagai bakso yang rasanya ‘megang beneeer‘ di daerah Jakarta Barat. Selamat makan bakso,… ^_^m.

7 Responses to Bakso Mas Kumis : Ketika Mahal itu Pantas

  1. Purnawan says:

    Emang enak sih, apalagi kalo ditraktir.. kapan ke bakso pak kumis lagi At??

  2. aatblog says:

    @Purnawan
    Ayolah pak,.. sekalian nanti maen ke kantor slipi lagi,.. sekalian jenguk si Dia,..

  3. dHaNy says:

    Sekarang harganya masih tetep gak ya pak? Kebetulan saya juga dari wonogiri ingin buka bakso juga

  4. Hanny says:

    wiiihh… emang mantab dweh,,, baru kemarin makan disana… sekarang harga’a 15.000 per porsi… yaaa.. gak mahal2 amat buat bakso seenak itu…. hehehhe.. ^_^

  5. anton says:

    sekarang pasti tambah mahal yuah,kalo aat mampir ke situ aku mau nitip salam bwt karyawanya. Bilang dari anton purwokerto. Kalo gak keberatan sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: