Bakso Pendy – Legenda bakso yg Tetap Exist !

Gw pernah sewaktu masih duduk di bangku SMA diajak mencicipi bakso yang lokasinya memang tidak jauh dari toko kemanggisan (TOKEM) dan komplek migas itu. Baksonya enak dan rasanya juga khas. Sayang, semasa SMU merupakan masa masa ‘prihatin’ (maklum kantong anak SMU browww), sehingga mampir ke bakso ini bisa terbilang jarang, walaupun memori-nya tetap tak terlupakan. Dua belas tahun berlalu sejak saat itu, betapa terkejutnya ketika akhirnya bisa kembali mampir ke daerah kemanggisan ini dan mendapati Bakso Pendy masih tetap exist seperti dulu. Nah di kesempatan ini, aatblog akan coba mereview bakso (dan mie ayam-nya juga) sesuai versi sekarang (current condition – maaf rasa yg dulu udah agak2 lupa soalnya ^_^v).

Mari kita mulai dari tempatnya. Sebagian menganggap perubahan itu perlu, tapi untuk memperlihatkan cita rasa yang konsisten, Bakso Pendy masih tetap seperti yang dulu. Tidak ada yang berubah dari penampilan bakso pendy mulai dari tempat, model kedai hingga tata letak meja dan kursinya. Bahkan, cara penyajiannya pun tetap sama dan tidak berubah. Bakso pendy tetap menggunakan mangkuk kecil untuk menampung bakso yang biasa disandingkan dengan mie ayam, saus cabe yang khas, serta gelas minuman yang terbilang cukup besar.

Pada kesempatan ini, aatblog memesan Satu porsi Mie Ayam dan satu porsi Bakso (tanpa mie). Sebenarnya ini sih maunya Mie ayam bakso, tapi takutnya baksonya kurang,.. jadi begini deh porsinya. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk kita mendapatkan pesanan yang kita dambakan. Waktu penyajian ini tergolong dalam tahap ‘sedang’. Beberapa ‘item’ tambahan seperti daun bawang harus minta sendiri dan tidak dijadikan default. Mie ayam-nya sendiri datang dengan mangkuk ukuran biasa dan dilengkapi dengan satu buah pangsit rebus. Potongan daging ayam terlihat besar besar dan merupakan daging ayam pilihan tanpa tulang. Sementara sang Bakso datang dengan sajian alakadar-nya seperti bakso bakso kebanyakan sebanyak 6 butir.

Tibalah saatnya kita mencicipi mie ayam bakso ini. Setelah mie ayam didandani dengan berbagai macam bumbu seperti tambahan daun bawang, cuka, sediiiiit kecap dan saus sambal,… hmm,… oke lah. Kuahnya terdiri dari kari ayam yang aroma rasanya terbilang cukup kuat. Walaupun sudah diberi sambal dan cuka, tapi rasa karinya tetap dominan. Ini suatu langkah awal yang bagus buat bakso pendy. Kualitas mie-nya juga tidak seperti mie ayam seperti pada pedagang mie gerobak yang biasanya tipis dan lengket. Disini kualitas mie-nya terbilang cukup tebal dan agak kenyal. Pertanda mie ini terbuat dari tepung terigu yang berkualitas baik. Ditambah dengan rasa baksonya yang juga diatas rata rata karena empuk dan gurih, perpaduan serasi Mie ayam dan Bakso ini menjadi kombinasi menu yang patut dicoba. Unik banget.

Untuk urusan keuangan, seporsi Mie ayam plus Bakso bisa kita dapatkan dengan harga kurang dari Rp. 20.000,- (Dua puluh ribu rupiah). Cukup worthed la dengan kualitasya. Jadi kalau kamu sedang mampir ke daerah Toko kemanggisan dan sekitarnya, tidak ada salahnya mampir ke Bakso Pendy ini,.. Karena untuk kualitas, a@tblog berani memberikan nilai overall 8 from 10 untuk Baksod pendy yang berarti Enaknya diatas rata-rata. Pokoke,.. Top Markotop !…

One Response to Bakso Pendy – Legenda bakso yg Tetap Exist !

  1. […] (Heheheh,…). Rasa dan aromanya sangat khas, sungguh berbeda walaupun dibandingkan dengan bakso sekelas Pendi sekalipun. Minusnya,.. tidak disertakan pangsit goreng seperti di Bakso […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: